ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Spartak Moscow berencana membangun proyek ambisius di bawah arahan direktur olahraga Francis Cagigao. Klub Rusia itu menilai Xavi Hernandez sebagai sosok paling tepat untuk memimpin proyek tersebut. Namun, mantan pelatih Barcelona itu menolak tawaran tersebut karena tidak tertarik dengan arah pengembangan klub dan enggan terburu-buru kembali ke lingkungan dengan tekanan tinggi.
Situasi Spartak sendiri cukup menegangkan. Tim asuhan Dejan Stankovic hanya mengumpulkan empat poin dari empat laga awal Liga Premier Rusia. Hasil buruk itu membuat manajemen mempertimbangkan pergantian pelatih. Laporan dari media lokal menyebut Luis Garcia, pelatih asal Spanyol, kini masuk dalam radar sebagai calon pengganti Stankovic jika hasil tak segera membaik.

ONG39 – Berbeda dengan banyak pelatih yang ingin cepat kembali melatih, mantan gelandang Spanyol itu justru mengambil langkah penuh perhitungan. Sejak Mei 2024, ia rutin berdiskusi dengan staf teknis, menganalisis strategi permainan, serta meneliti klub-klub yang sesuai dengan gaya sepak bola idealnya. Ia mencari proyek yang memberinya kendali penuh, struktur organisasi yang kuat, dan visi jangka panjang. Baginya, kembali melatih bukan tentang kecepatan, tetapi tentang menemukan lingkungan yang stabil dan selaras dengan filosofi sepak bolanya.
Baca Juga:

ONG39 – Filosofi yang ia pegang teguh berpusat pada kontrol permainan, penguasaan bola, serta pengembangan pemain muda. Ia ingin memimpin tim yang memberinya ruang untuk membangun proyek berkelanjutan, bukan sekadar solusi jangka pendek. Kesabaran dan keputusannya menolak beberapa tawaran menunjukkan kedewasaan dan ambisi tinggi. Federasi Sepak Bola India menawarkan posisi pelatih tim nasional, tetapi ia menolak karena proyek itu tidak sesuai dengan visinya. Kini, sang legenda aktif mencari proyek yang benar-benar mencerminkan DNA sepak bolanya—tempat ia bisa membentuk identitas kuat dan meninggalkan warisan di dunia kepelatihan.