ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Manchester United terus melaju tanpa kekalahan dalam lima laga terakhir di bawah arahan Ruben Amorim. Namun, pelatih asal Portugal itu menghadapi tantangan baru menjelang Piala Afrika bulan depan karena beberapa pemain kunci harus meninggalkan skuad.
Manchester United Hadapi Krisis Pemain Sayap Kanan

ONG39 – Ruben Amorim membangun konsistensi permainan United lewat skema 3-4-2-1 yang menekankan keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Amad Diallo menjadi sosok vital di sisi kanan, mencatat satu gol dan dua assist dari sepuluh penampilan Premier League.
Namun, kepergiannya untuk memperkuat Pantai Gading di Piala Afrika meninggalkan lubang besar dalam sistem permainan Amorim. Situasi semakin rumit karena Noussair Mazraoui juga absen untuk membela Maroko di ajang yang sama.
Dengan pilihan terbatas, Amorim harus mencari alternatif cepat untuk menjaga stabilitas tim.
Manchester United Soroti Potensi Shea Lacey

ONG39 – Amorim mulai mempertimbangkan Shea Lacey, pemain muda akademi berusia 18 tahun, untuk mengisi posisi kosong tersebut. Pemain asal Liverpool itu tampil gemilang di tim muda United dengan tiga gol dan dua assist dari sembilan pertandingan, atau satu kontribusi gol setiap 101 menit.
Lacey dikenal sebagai pemain serbaguna di sisi kanan dengan akurasi umpan silang tinggi dan kemampuan menembus pertahanan lawan. Dalam ajang EFL Trophy, ia bahkan mencatat rata-rata satu umpan kunci, 1,7 dribel sukses, serta 2,4 tekel per 90 menit.
Kemampuannya membuat Amorim percaya bahwa Lacey siap naik kelas dan bersaing di level senior.
Baca juga:
Manchester United Pertahankan Tradisi Akademi
ONG39 – Ruben Amorim terkenal berani memberi kepercayaan kepada pemain muda, dan langkah menurunkan Lacey sejalan dengan filosofi klasik Manchester United yang mengandalkan lulusan akademi.
Meski usianya masih belasan tahun, Lacey berpeluang membuktikan diri di momen krusial ini. Jika tampil impresif selama Piala Afrika, ia bisa mengamankan tempat tetap di skuad utama setelah turnamen berakhir.
Keputusan Amorim untuk mempercayai darah muda bukan hanya langkah darurat, tapi juga sinyal bahwa United berkomitmen menjaga identitas permainan mereka—menggabungkan pengalaman dan semangat muda dalam satu tim.
Baca Berita Sebelumnya: