ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Juventus memasuki era baru ketika Damien Comolli resmi menjabat sebagai CEO dan langsung memaparkan pendekatan tegas dalam memilih pelatih serta membangun fondasi klub. Comolli menekankan pentingnya data sebagai dasar pengambilan keputusan, mulai dari pemilihan pemain hingga pencegahan cedera. Ia memilih Luciano Spalletti sebagai pelatih karena Spalletti bersedia menerima filosofi tersebut. Pengalaman Comolli di Turki membuatnya semakin memahami pentingnya lingkungan kerja yang selaras dengan visi pemimpin. Dia menegaskan bahwa calon pelatih yang menolak pendekatan analitis dapat langsung dicoret dari daftar.
Budaya Juventus: Filosofi, Data, dan Identitas Klub
ONG39 – Comolli memahami bahwa struktur kuat menjadi kunci jangka panjang. Pengalamannya di Arsenal, Tottenham, Liverpool, AS Monaco, Fenerbahce, dan Toulouse membentuk pandangannya mengenai pentingnya pondasi klub. Ia sering menghabiskan sepertiga waktunya untuk merenungkan budaya klub. Saat meminta pendapat Blaise Matuidi dan David Trezeguet tentang identitas Juventus, keduanya memberi jawaban yang sama: inti Juventus adalah kemenangan. Karena itu Comolli ingin membangun budaya dari bawah, bukan dari ruang direksi. Dia meminta staf menentukan sendiri nilai-nilai yang akan menjadi dasar budaya Juventus—sebuah pendekatan yang memastikan seluruh bagian klub merasa memiliki proses tersebut.
Baca Juga:
Budaya Juventus: Keselarasan, Perubahan, dan Pengalaman Global
ONG39 – Bagi Comolli, data bukan sekadar tren modern, melainkan alat yang menyelaraskan semua elemen organisasi. Ia menjelaskan bahwa Toulouse bahkan mengukur kondisi mental staf setiap hari untuk menilai stres, motivasi, dan kesiapan bekerja—metode yang menurutnya sangat efektif. Pengalamannya di berbagai negara mengajarkannya bahwa organisasi hanya bisa berubah jika siap menerima budaya baru. Ia mencontohkan Fenerbahce yang gagal ia benahi karena politik internal terlalu kuat. Semua pengalaman itu membuatnya yakin bahwa Juventus memberi ruang yang tepat untuk menjalankan visi tersebut. Menurutnya, keselarasan visi menjadi syarat mutlak untuk memimpin klub sebesar Juve, dan ia siap memastikan budaya Juventus kembali berdiri kokoh di era modern.
Baca Berita Sebelumnya: