ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Skotlandia mencatat sejarah besar setelah mengamankan tiket ke Piala Dunia lewat kemenangan dramatis 4-2 atas Denmark. Andrew Robertson langsung mengekspresikan betapa emosionalnya momen tersebut, terutama karena ia ingin merayakannya bersama legenda Liverpool, Sir Kenny Dalglish, sekaligus mengenang sosok mendiang Diogo Jota. Bagi Robertson, keberhasilan ini terasa sangat personal karena kesempatan tampil di Piala Dunia mungkin menjadi yang terakhir dalam kariernya.
Kisah Emosional Robertson: Kemenangan yang Mengubah Sejarah
ONG39 – Skotlandia memuncaki Grup C setelah memenangkan duel yang penuh tekanan. Skor sempat bertahan 2-2 hingga memasuki waktu tambahan, namun dua gol telat dari Kieran Tierney dan Kenny McLean mengubah situasi. Kemenangan itu mengakhiri penantian 28 tahun Skotlandia kembali ke Piala Dunia. Dalam kondisi yang penuh euforia, Robertson mengakui bahwa ia hampir menangis sepanjang hari karena merasa momen ini menjadi puncak perjalanan panjang timnas.
Kisah Emosional Robertson: Harapan, Air Mata, dan Kenangan Jota
Dalam wawancara seusai laga bersama Kelly Cates, putri Sir Kenny Dalglish, Robertson mengungkap keinginannya berbagi anggur merah dengan Dalglish saat kembali ke Liverpool. Dalglish sering bercerita tentang pengalaman tampil di Piala Dunia, dan hal itu membuat pencapaian ini semakin berarti bagi sang kapten. Namun, di balik kegembiraan tersebut, Robertson terus teringat mendiang Diogo Jota. Keduanya sangat dekat selama lima tahun di Liverpool, dan percakapan mereka soal impian tampil di Piala Dunia kembali menghantui pikirannya.
Baca Juga:
Kisah Emosional Robertson: Kebanggaan untuk Tim dan Masa Depan
ONG39 – Robertson juga memberikan pujian besar kepada rekan setim serta staf pelatih, yang menurutnya membentuk tim terbaik sepanjang karier profesionalnya. Ia merasa Jota akan tersenyum melihat keberhasilan mereka malam itu. Dengan tiket Piala Dunia di tangan, Robertson membawa rasa bangga, kehilangan, dan harapan baru. Bagi Skotlandia, kemenangan ini bukan sekadar keberhasilan olahraga, tetapi juga titik balik yang kembali menguatkan identitas mereka di panggung internasional.
Baca Berita Sebelumnya: