ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Manchester City memenangkan salah satu laga paling liar di era Premier League setelah menaklukkan Fulham 5-4 di Craven Cottage. Erling Haaland mencatat sejarah dengan menembus 100 gol Premier League, sementara Phil Foden kembali tampil fenomenal lewat dua gol krusial. Kemenangan dramatis ini membuat City terus menekan Arsenal dalam perebutan gelar.
Drama City Berlanjut
ONG39 – City langsung menekan sejak awal. Haaland hampir membuka gol pada menit ke-6 setelah menerima umpan matang Foden, namun bola hanya membentur tiang. Pada menit ke-16, ia akhirnya memecah rekor. Jeremy Doku mengirim umpan silang rendah, dilepas Reijnders, dan striker Norwegia itu menyambar bola dengan tendangan first-time yang menorehkan gol ke-100 Premier League-nya hanya dalam 111 laga—tercepat dalam sejarah. City terus menguasai permainan, dan menit ke-37, Haaland mengalirkan assist yang disambut chip cantik Reijnders.
Drama City Menggila

ONG39 – Foden menambah keunggulan lewat tembakan jarak jauh sebelum Fulham membalas melalui sundulan Smith Rowe. Babak kedua dimulai dengan tempo tinggi. Haaland bergerak cepat mengalirkan bola yang jatuh ke kaki Foden, dan sang gelandang menuntaskannya dari sudut sempit untuk mencetak brace. City makin menjauh setelah tembakan Doku membentur Berge dan berubah menjadi gol bunuh diri.
Baca Juga:
Drama City Menentukan
ONG39 – Saat unggul 5-1, City tampak nyaman, namun laga justru berubah kacau. Iwobi memperkecil skor, lalu peluang Haaland kembali membentur tiang. Dua gol cepat Samuel Chukwueze membuat skor menyempit menjadi 5-4 dan tekanan besar menerjang City hingga menit akhir. Pada menit ke-96, Gvardiol melakukan penyelamatan di garis gawang untuk mengamankan kemenangan yang terasa seperti lolos dari bencana.
Kemenangan ini menjaga City tetap menempel Arsenal yang unggul dua poin dan masih menyimpan satu laga tunda. Meski dominan, City menunjukkan sisi rapuh ketika kehilangan kontrol lini tengah. Bagi Fulham, kebangkitan babak kedua menjadi bukti mental kuat, meski konsistensi tetap jadi tantangan besar.
Baca Berita Sebelumnya: