ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Hugo Ekitike memberikan kritik tajam usai Liverpool hanya meraih hasil imbang di Elland Road, meski dirinya mencetak dua gol. Penyerang muda itu menegaskan bahwa Liverpool tidak kekurangan tenaga, tetapi kekurangan kecerdasan dalam mengelola pertandingan saat sudah unggul.
Kecerdasan Liverpool Saat Unggul
ONG39 – Ekitike menilai Liverpool seharusnya mampu menjaga kontrol setelah unggul cepat. Dua gol yang ia ciptakan sebenarnya sudah menempatkan The Reds pada posisi ideal. Gol pertama lahir dari pergerakannya yang sulit ditebak pertahanan Leeds, sementara gol keduanya tercipta melalui umpan akurat Conor Bradley yang langsung ia sambut dengan percaya diri.
Namun, alih-alih mempertegas dominasi, Liverpool justru kehilangan arah setelah Leeds mendapatkan penalti akibat pelanggaran Ibrahima Konate. Gol itu mengubah ritme laga dan membuat Liverpool tidak lagi nyaman menguasai permainan. Struktur defensif mulai rapuh, dan tekanan tuan rumah meningkat drastis.
Kecerdasan Liverpool Saat Tertekan

ONG39 – Di titik inilah Ekitike menuntut perubahan. Menurutnya, Liverpool tidak perlu berlari lebih banyak, tetapi harus berlari lebih baik—lebih kompak dan terarah. Ia menegaskan bahwa kecerdasan membaca momentum jauh lebih penting daripada sekadar intensitas, terutama di laga tandang yang penuh tekanan.
Upaya Liverpool untuk bangkit sempat terlihat ketika Dominik Szoboszlai mencetak gol tambahan. Namun masalah defensif kembali muncul, dan Slot gagal menstabilkan organisasi permainan hingga akhirnya Ao Tanaka mencetak gol penyeimbang di masa tambahan waktu.
Baca Juga:
Kecerdasan Liverpool Saat Mengelola Laga
ONG39 – Ekitike juga mengaku merasa kurang berkontribusi dalam beberapa pekan terakhir. Brace kali ini menjadi bukti bahwa ia kembali menemukan ketajaman, meski tetap menegaskan bahwa kemenangan tim jauh lebih penting daripada pencapaian personal. Ia pun memberi apresiasi kepada Bradley atas suplai bola yang sangat presisi.
Hasil imbang ini membuat Liverpool kembali merugi dalam perburuan posisi empat besar. Bagi Ekitike, masalah utama bukan pada kerja keras, tetapi pada kurangnya kecerdasan dalam menjaga keunggulan. Jika prinsip “bermain lebih baik, bukan lebih banyak” tidak segera diterapkan, pola kehilangan poin seperti ini akan terus terulang.
Baca Berita Sebelumnya: