ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Chelsea kembali mengalami kekalahan mengecewakan dalam lanjutan fase grup Liga Champions setelah kalah 2-1 dari Atalanta. Kekalahan ini memperburuk posisi mereka yang kini merosot ke peringkat 11, sementara Atalanta merangsek ke posisi tiga. Enzo Maresca, manajer Chelsea, menganggap bahwa mereka bisa menghindari dua gol yang bersarang di gawang. Dia juga menjelaskan mengapa Estevao tidak dimainkan, karena cedera Wesley Fofana mengubah taktik yang telah direncanakan.
Chelsea Kembali Gagal Kehilangan Kendali Usai Gol Penyama Atalanta
ONG39 – Setelah sempat unggul lewat gol Joao Pedro, Chelsea kehilangan kendali setelah gol penyama dari Atalanta. Maresca mengungkapkan bahwa tim sebenarnya memiliki beberapa peluang bagus, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal menggandakan keunggulan. Dua gol yang tercipta bagi Atalanta, menurut Maresca, seharusnya bisa dihindari.
Pergantian Pemain Akibat Cedera Fofana

ONG39 – Kekalahan ini memperburuk situasi Chelsea di grup Liga Champions. Maresca menjelaskan bahwa rencana taktik semula harus berubah setelah Wesley Fofana mengalami cedera. Pergantian pemain yang terpaksa dilakukan mengurangi kesempatan Estevao untuk bermain, meskipun penyerang muda Brasil itu tampil impresif di awal musim. Maresca menegaskan pentingnya manajemen menit bermain bagi pemain muda agar mereka bisa tetap stabil dalam performa.
Baca Juga:
Chelsea Kembali Gagal Dua Laga Terakhir Jadi Penentu Masa Depan di Liga Champions
ONG39 – Chelsea kini membutuhkan dua kemenangan penuh di laga terakhir fase grup untuk menjaga peluang lolos otomatis ke babak 16 besar. Maresca menyebutkan bahwa pertandingan melawan Pafos dan Napoli akan menjadi penentu. Kemenangan di dua laga tersebut sangat penting agar Chelsea bisa kembali mengontrol situasi dan terhindar dari babak play-off.
Kekalahan ini menunjukkan bahwa Chelsea masih kesulitan menjaga konsistensi dalam pertandingan krusial. Apakah mereka bisa bangkit dan mengatasi masalah inkonsistensi ini, atau justru terjebak dalam performa buruk yang terus berulang?
Baca Berita Sebelumnya: